Jakarta, 10 September 2026 – Tidak masuknya nama Rizky Ridho dalam skuad Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 mendapat perhatian besar dari media Vietnam. Bek Persija Jakarta yang sebelumnya mengenakan ban kapten Garuda di ASEAN Cup 2026 itu tidak tercantum dalam daftar pemain pilihan pelatih John Herdman. Situasi tersebut menjadi kejutan karena Ridho selama beberapa tahun terakhir merupakan salah satu pemain yang cukup konsisten mendapatkan kesempatan bersama tim nasional. Sejumlah pemberitaan Vietnam bahkan menyoroti keputusan tersebut dengan nada positif karena Indonesia kehilangan salah satu pemain lokal berpengalaman. Meski demikian, kekuatan Garuda secara keseluruhan tetap dianggap berbahaya karena Herdman dapat memanggil banyak pemain yang berkarier di luar negeri.
Kabar mengenai tidak masuknya Ridho sebenarnya sudah muncul beberapa pekan sebelum daftar skuad menjadi perhatian publik. Ketika informasi tersebut pertama kali beredar, PSSI sempat menegaskan bahwa kabar pencoretan Ridho belum dapat dianggap benar karena daftar pemain belum diselesaikan. Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi ketika itu menyebut belum menerima pengajuan administratif mengenai skuad dari Herdman. Ketua Badan Tim Nasional Sumardji juga menyampaikan proses pemilihan pemain masih berlangsung. Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan nama Ridho memang tidak terdapat dalam komposisi 26 pemain yang dipersiapkan menghadapi turnamen.
Keputusan tersebut kemudian mendapatkan sorotan luas karena status Ridho bukan sekadar pemain pelapis. Bek berusia 24 tahun itu telah mengumpulkan lebih dari 50 penampilan bersama Timnas Indonesia sejak menjalani debut senior pada 2021. Ia juga beberapa kali dipercaya memegang ban kapten ketika pemain lain tidak tersedia. Kemampuan membaca permainan, melakukan distribusi bola dari belakang serta pengalaman menghadapi pertandingan internasional membuatnya cukup lama menjadi bagian penting pertahanan Garuda. Karena itu, absennya Ridho memunculkan pertanyaan mengenai pertimbangan teknis Herdman.
Penampilan Ridho pada ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu hal yang kemudian dikaitkan dengan keputusan tersebut. Indonesia gagal melaju ke semifinal setelah hanya menempati posisi ketiga pada fase grup. Garuda menelan kekalahan 0-3 dari Vietnam sebelum bermain imbang 1-1 menghadapi Singapura dalam dua pertandingan terakhir. Ridho menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kritik karena melakukan kesalahan dalam pertandingan penting tersebut. Ia sendiri mengakui adanya kesalahan yang berkontribusi terhadap gol lawan ketika Indonesia menghadapi Vietnam.
Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan sebelumnya menilai Herdman kemungkinan memberikan kesempatan kepada Ridho untuk beristirahat dari agenda Timnas Indonesia. Menurut pandangannya, performa sang pemain dalam dua pertandingan terakhir ASEAN Cup memang tidak berada pada level terbaik. Situasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa Ridho membutuhkan waktu untuk kembali menemukan performanya bersama Persija. Namun, belum ada pernyataan langsung Herdman yang memastikan bahwa penampilan di ASEAN Cup menjadi satu-satunya alasan tidak dipanggilnya Ridho.
Media Vietnam melihat situasi tersebut dari sudut yang berbeda. Salah satu pemberitaan di negara tersebut menggambarkan tidak masuknya Ridho sebagai keputusan keras terhadap pemain yang sebelumnya berstatus kapten Indonesia. Sorotan juga dikaitkan dengan komentar Ridho menjelang pertandingan Indonesia melawan Vietnam di ASEAN Cup. Saat itu ia menyinggung kemungkinan permainan Vietnam dan mengatakan keberadaan VAR dapat memberikan perlindungan kepada Indonesia. Pernyataan tersebut kemudian mendapatkan reaksi dari publik sepak bola Vietnam.
Pemberitaan Vietnam bahkan menghubungkan komentar tersebut dengan kesalahan yang kemudian dilakukan Ridho dalam pertandingan. Namun, mengaitkan pencoretan seorang pemain secara langsung dengan pernyataan di media belum mempunyai dasar resmi dari tim kepelatihan Indonesia. Pemilihan skuad pada dasarnya merupakan keputusan teknis yang dapat mempertimbangkan performa, kondisi fisik, kebutuhan taktikal serta persaingan pada setiap posisi. Herdman mempunyai banyak pilihan di sektor pertahanan untuk FIFA ASEAN Cup. Kondisi tersebut membuat persaingan mendapatkan tempat menjadi jauh lebih ketat dibandingkan ASEAN Cup sebelumnya.
Kekuatan pertahanan Indonesia kali ini memang dipenuhi pemain yang berkarier di luar negeri. Nama Jay Idzes, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Calvin Verdonk, Dean James hingga Sandy Walsh masuk dalam pilihan untuk memperkuat Garuda. Selain itu terdapat Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, Eliano Reijnders dan Nathan Tjoe-A-On yang dapat memberikan fleksibilitas pada beberapa posisi. Komposisi tersebut memberikan Herdman banyak alternatif untuk memainkan skema tiga maupun empat bek. Ketatnya persaingan inilah yang dapat menjadi salah satu faktor Ridho kehilangan tempat.
FIFA ASEAN Cup 2026 mempunyai situasi berbeda dibandingkan ASEAN Cup yang berlangsung sebelumnya. Turnamen kali ini berada dalam kalender internasional FIFA sehingga klub mempunyai kewajiban lebih besar untuk melepas pemain yang mendapatkan panggilan tim nasional. Indonesia karena itu mempunyai kesempatan menggunakan banyak pemain terbaik yang berkarier di Eropa maupun kompetisi luar negeri lainnya. Kondisi tersebut membuat Herdman dapat menyusun skuad yang secara kualitas dan kedalaman berbeda dibandingkan turnamen sebelumnya. Media Vietnam sendiri mengakui situasi itu sebagai ancaman bagi pesaing Indonesia.
Di sektor penjaga gawang, Indonesia mempunyai Maarten Paes, Emil Audero dan Ernando Ari Sutaryadi. Lini tengah diperkuat Ivar Jenner, Thom Haye, Joey Pelupessy dan Ricky Kambuaya. Sementara sektor depan menawarkan pilihan seperti Miliano Jonathans, Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, Marselino Ferdinan, Beckham Putra hingga Adrian Wibowo. Luke Vickery dan Mitchell Baker juga masuk dalam komposisi yang dipersiapkan. Kehadiran sejumlah pemain tersebut membuat absennya satu nama tidak serta-merta mengurangi kekuatan Indonesia secara keseluruhan.
Indonesia tergabung di Grup A bersama Malaysia, Singapura dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Vietnam, Thailand, Filipina dan Pakistan. Komposisi tersebut membuat Indonesia dan Vietnam tidak akan bertemu pada fase grup. Pertemuan keduanya baru dapat terjadi apabila mampu melangkah ke fase berikutnya sesuai jalur turnamen. Setelah pengalaman di ASEAN Cup sebelumnya, kemungkinan duel kembali antara Garuda dan Vietnam tetap menjadi salah satu pertandingan yang berpotensi mendapatkan perhatian besar.
Indonesia juga mendapatkan keuntungan karena menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Jakarta dan Bandung dipersiapkan sebagai kota penyelenggara pertandingan dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno serta Stadion Si Jalak Harupat menjadi arena utama. Dukungan penonton di kandang diharapkan memberikan keuntungan bagi pasukan Herdman. Pada saat bersamaan, tekanan untuk mendapatkan hasil jauh lebih baik dibandingkan ASEAN Cup sebelumnya juga semakin besar. Kegagalan melewati fase grup pada turnamen terdahulu membuat performa Indonesia kali ini akan mendapatkan pengawasan lebih ketat.
Bagi Rizky Ridho, tidak mendapatkan panggilan kali ini tidak berarti peluang kembali ke Timnas Indonesia tertutup. Usianya masih relatif muda dan pengalaman internasionalnya tetap menjadi modal penting untuk bersaing pada agenda berikutnya. Performa bersama Persija Jakarta dapat menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan konsistensi kepada tim kepelatihan Garuda. Persaingan di sektor belakang memang semakin ketat setelah semakin banyak pemain berkualitas tersedia bagi Indonesia. Kondisi tersebut membuat setiap pemain harus mempertahankan performa terbaik untuk mendapatkan tempat.
Sorotan media Vietnam terhadap absennya Rizky Ridho pada akhirnya memperlihatkan besarnya perhatian terhadap perkembangan Timnas Indonesia menjelang FIFA ASEAN Cup 2026. Meski kehilangan pemain yang sebelumnya dipercaya menjadi kapten, Garuda tetap mempunyai kedalaman skuad yang membuat pesaing tidak dapat memandang ringan. Herdman kini memiliki lebih banyak pilihan pemain dibandingkan ketika Indonesia tampil di ASEAN Cup sebelumnya. Bagi Ridho, periode di luar skuad dapat digunakan untuk kembali membangun performa dan memperkuat posisinya bersama Persija. Sementara bagi Indonesia, FIFA ASEAN Cup menjadi kesempatan membuktikan bahwa komposisi baru tersebut mampu menghasilkan prestasi lebih baik setelah kegagalan pada turnamen regional sebelumnya.




