Jakarta, 8 Mei 2026 – Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia atau AFPI mendorong seluruh pelaku industri financial technology untuk memperkuat kepatuhan terhadap regulasi setelah muncul kasus dugaan korupsi yang menyeret petinggi perusahaan fintech KoinWorks.
Kasus tersebut menjadi perhatian besar di industri teknologi keuangan karena dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pinjaman digital dan pembiayaan berbasis teknologi di Indonesia.
AFPI menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan, transparansi pengelolaan dana, serta tata kelola perusahaan yang baik harus menjadi prioritas utama seluruh perusahaan fintech yang beroperasi di Indonesia.
Menurut asosiasi, industri fintech memiliki peran penting dalam mendukung akses pembiayaan masyarakat dan pelaku usaha, sehingga integritas dan kepercayaan publik harus terus dijaga.
Kasus hukum yang menyeret salah satu tokoh industri tersebut dinilai menjadi pengingat bahwa pertumbuhan teknologi keuangan harus dibarengi dengan pengawasan dan kepatuhan yang kuat terhadap aturan yang berlaku.
AFPI juga meminta seluruh anggotanya memperkuat sistem audit internal, pengawasan transaksi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan operasional perusahaan.
Pengamat ekonomi digital menjelaskan bahwa industri fintech berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir sehingga penguatan regulasi menjadi hal penting untuk mencegah penyalahgunaan wewenang maupun praktik ilegal.
Selain kepatuhan perusahaan, pengawasan dari regulator juga dinilai perlu terus diperkuat agar aktivitas industri keuangan digital tetap sehat dan aman bagi masyarakat.
Kasus yang melibatkan petinggi perusahaan teknologi keuangan dapat berdampak langsung terhadap persepsi investor maupun pengguna layanan digital apabila tidak ditangani secara transparan dan profesional.
AFPI menyatakan pihaknya mendukung proses hukum yang sedang berjalan serta menyerahkan seluruh penanganan kasus kepada aparat penegak hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, asosiasi juga menegaskan bahwa kasus individual tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap industri fintech secara keseluruhan karena banyak perusahaan lain tetap beroperasi sesuai aturan dan standar pengawasan.
Otoritas Jasa Keuangan sebelumnya juga terus mengingatkan perusahaan fintech untuk menjaga tata kelola perusahaan, keamanan data pengguna, serta transparansi layanan pembiayaan digital.
Pengamat industri menilai sektor teknologi keuangan Indonesia masih memiliki potensi pertumbuhan besar, terutama dalam mendukung pembiayaan usaha kecil dan akses layanan keuangan masyarakat yang belum terjangkau perbankan konvensional.
Karena itu, penguatan kepatuhan regulasi dan integritas perusahaan dinilai menjadi kunci penting agar industri fintech Indonesia dapat terus berkembang secara sehat dan berkelanjutan di masa mendatang.







