Badung, 2 Oktober 2026 – Ria Ricis mengungkap pengalaman kurang menyenangkan ketika hendak menggunakan layanan helikopter saat berada di Bali. Kreator konten tersebut memutuskan membatalkan penerbangan meski mengaku telah melakukan pembayaran dan datang sesuai jadwal. Ricis menyebut sikap petugas yang melayaninya kurang ramah sehingga membuat dirinya tidak nyaman untuk melanjutkan perjalanan. Pengalaman tersebut dibagikannya melalui video di kanal YouTube miliknya.
Dalam video tersebut, Ricis awalnya terlihat menunggu giliran menaiki helikopter bersama anaknya. Namun, rencana itu kemudian dibatalkan setelah ia merasa tidak nyaman dengan cara petugas memberikan pelayanan. Ricis mengaku dirinya sudah datang tepat waktu dan sebelumnya memiliki kesepakatan dengan penyedia layanan. Kesepakatan tersebut juga melibatkan potongan harga melalui skema barter promosi di Instagram Story.
Ricis juga menyoroti apa yang menurut pengamatannya merupakan perbedaan sikap petugas ketika melayani wisatawan lokal dan wisatawan asing. Ia mengaku melihat petugas tersenyum ketika berhadapan dengan turis asing, sedangkan dirinya merasa mendapatkan respons yang lebih dingin. Penilaian tersebut merupakan pengalaman yang disampaikan Ricis dari sudut pandangnya selama berada di lokasi. Ia kemudian memilih meninggalkan heliport dan tidak meneruskan penerbangan.
Kesan kurang nyaman juga disebut Ricis muncul ketika seorang petugas mendatangi ruang tunggu dan menawarkan sesi foto sebelum penerbangan. Saat menanyakan mengenai jadwal antrean, Ricis merasa respons petugas terdengar ketus. Ia kemudian menolak tawaran untuk melakukan sesi foto tersebut. Kejadian itu semakin menguatkan keputusannya untuk membatalkan rencana naik helikopter.
Setelah pengalaman tersebut menjadi perhatian, pihak penyedia layanan helikopter menyampaikan permintaan maaf. Manajemen membenarkan sebelumnya terdapat kesepakatan dengan Ricis dan menjelaskan bahwa kondisi heliport ketika itu sedang ramai. Menurut pihak perusahaan, hanya satu pilot yang bertugas karena pilot lainnya sedang membantu penanganan kebakaran hutan di Kalimantan. Penerbangan juga mengalami penundaan ketika pilot yang bertugas sedang menunaikan salat Zuhur.
Manajemen mengakui cara staf menjelaskan keterlambatan mungkin kurang baik sehingga membuat tamu merasa tidak nyaman. Namun, pihak perusahaan menegaskan tidak memiliki kebijakan maupun niat untuk memberikan pelayanan berbeda kepada wisatawan lokal dan asing. Mereka menyatakan Ricis meninggalkan heliport sebelum pihak manajemen mengetahui langsung keluhan yang dirasakannya dan menawarkan bantuan lebih lanjut. Dengan demikian, klaim mengenai perbedaan perlakuan tersebut tetap merupakan penilaian Ricis yang dibantah oleh pihak penyedia layanan.
Ricis sendiri menjadikan pengalaman tersebut sebagai pengingat mengenai pentingnya keramahan dalam bisnis jasa. Menurutnya, pelanggan seharusnya disambut dengan sikap yang baik meskipun petugas sedang menghadapi masalah atau suasana hati yang kurang baik. Ia menilai senyuman dan komunikasi yang ramah merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Insiden tersebut akhirnya menjadi perhatian setelah pengalaman Ricis dan klarifikasi dari pihak penyedia layanan beredar luas di media sosial.





