Denpasar, 1 Oktober 2026 – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perubahan komposisi negara asal wisatawan mancanegara yang berkunjung langsung ke Pulau Dewata pada Agustus 2026. Wisatawan asal Prancis berhasil menyalip India dan menempati posisi ketiga sebagai penyumbang kunjungan wisman terbanyak. Jumlah wisatawan Prancis tercatat mencapai 41.937 kunjungan atau meningkat 20,42 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara India turun ke posisi keempat dengan 34.837 kunjungan.
Kepala BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana Hermawan mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan Prancis antara lain berkaitan dengan periode liburan musim panas di Eropa. Kondisi cuaca yang sangat panas di sejumlah wilayah Eropa juga disebut ikut mendorong masyarakat memilih destinasi wisata lain, termasuk Bali. Perubahan tersebut membuat posisi Prancis naik dalam daftar negara penyumbang wisatawan terbesar ke Pulau Dewata. Sebulan sebelumnya, India masih berada di atas Prancis dalam jumlah kunjungan.
Australia masih mempertahankan posisi sebagai pasar wisatawan terbesar bagi Bali. Pada Agustus 2026, BPS mencatat sebanyak 161.258 kunjungan berasal dari pemegang paspor Australia atau sekitar 23,51 persen dari keseluruhan wisman. Meski tetap mendominasi, jumlah tersebut turun 7,61 persen secara bulanan seiring berakhirnya periode libur sekolah. Posisi kedua ditempati wisatawan asal Tiongkok dengan puluhan ribu kunjungan sepanjang bulan tersebut.
Setelah Australia, Tiongkok, Prancis, dan India, wisatawan asal Inggris berada di peringkat kelima dengan 32.928 kunjungan. Lima negara tersebut secara bersama-sama menyumbang hampir separuh dari keseluruhan kunjungan wisatawan asing ke Bali selama Agustus. Kondisi itu menunjukkan pasar utama pariwisata Bali masih terkonsentrasi pada sejumlah negara, meskipun peringkatnya dapat berubah mengikuti musim liburan dan kondisi masing-masing pasar. Kenaikan Prancis menjadi salah satu perubahan paling menonjol pada periode tersebut.
Secara keseluruhan, Bali menerima sekitar 685.994 kunjungan wisatawan mancanegara pada Agustus 2026. Jumlah tersebut turun 1,69 persen dibandingkan Juli, tetapi masih tumbuh sekitar 0,46 persen apabila dibandingkan dengan Agustus 2025. Hampir seluruh wisatawan datang melalui jalur udara, sedangkan hanya sebagian sangat kecil yang tercatat masuk melalui pelabuhan laut. Pergerakan ini menunjukkan kunjungan wisatawan asing tetap berada pada tingkat tinggi meski mengalami koreksi secara bulanan.
Perubahan posisi Prancis juga memperlihatkan perkembangan pasar Eropa bagi industri pariwisata Bali. Pada Mei 2026, misalnya, jumlah wisatawan Prancis baru mencapai 25.444 kunjungan dan masih berada di bawah India yang membukukan 59.014 kunjungan. Memasuki pertengahan tahun, jumlah wisatawan dari sejumlah negara Eropa meningkat seiring periode liburan musim panas. Pada Agustus, pertumbuhan Prancis akhirnya cukup besar untuk membawa negara tersebut melampaui India dalam daftar kunjungan bulanan.
Pemerintah Provinsi Bali sebelumnya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026 mencapai sekitar 6,625 juta. Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, penguatan promosi, peningkatan kualitas layanan, diversifikasi destinasi, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi sejumlah aspek yang mendapat perhatian. Perubahan komposisi pasar pada Agustus juga memberikan gambaran mengenai pentingnya menjaga sumber wisatawan dari berbagai negara agar industri pariwisata tidak terlalu bergantung pada satu pasar. Lonjakan wisatawan Prancis menjadi salah satu perkembangan yang menonjol dalam dinamika pariwisata Bali pada paruh kedua 2026.





