Jakarta, 30 Agustus 2026 – Investasi menjadi salah satu tumpuan utama pemerintah untuk menjaga sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026. Pemerintah menargetkan perekonomian nasional dapat tumbuh di kisaran 5,4–5,6 persen sepanjang tahun, dengan investasi dan hilirisasi menjadi penggerak penting.
Target tersebut telah ditetapkan pemerintah sejak awal 2026. Strategi yang ditempuh mencakup percepatan program prioritas, peningkatan investasi, penguatan industri, serta transformasi tata kelola ekonomi.
Kinerja investasi sepanjang tahun berjalan menunjukkan perkembangan positif. Pada semester I 2026, realisasi investasi mencapai sekitar Rp1.010 triliun dan menciptakan lebih dari 1,4 juta lapangan kerja. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa investasi tidak hanya menjadi sumber pembiayaan pembangunan, tetapi juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi juga semakin besar. Pada kuartal II 2026, pembentukan modal tetap bruto tumbuh 6,87 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan konsumsi rumah tangga yang berada di level 5,06 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menyebut investasi menyumbang sekitar 39 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. Angka tersebut jauh di atas kontribusi investasi yang biasanya berada di kisaran 28–29 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investasi semakin berperan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah pun berupaya memastikan investasi yang masuk tidak hanya menghasilkan nilai transaksi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri.
Dorong Investasi Tumbuh Lebih Cepat
Pemerintah kini mendorong pertumbuhan investasi agar bergerak lebih cepat dibandingkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Langkah tersebut diperlukan untuk menciptakan tambahan pertumbuhan dan membawa ekonomi nasional semakin mendekati target 6 persen pada akhir 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan investasi perlu diarahkan pada proyek-proyek yang memiliki nilai tambah tinggi. Dengan demikian, investasi dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas ekonomi dan tidak berhenti pada pembangunan proyek semata.
Pemerintah juga berupaya mengoptimalkan rantai nilai domestik. Strategi tersebut ditujukan agar semakin banyak manfaat ekonomi dari investasi yang dinikmati pelaku usaha dan masyarakat di dalam negeri.
Selain investasi, peningkatan produktivitas sumber daya manusia, penguatan ekspor bernilai tambah, serta efisiensi logistik juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Hilirisasi Jadi Penguat
Investasi juga diarahkan untuk mempercepat hilirisasi berbagai komoditas unggulan Indonesia. Pemerintah ingin aktivitas investasi menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi sehingga Indonesia tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah dalam rantai pasok global.
Kebijakan hilirisasi diharapkan dapat memperkuat industri nasional, membuka lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi bukan tujuan akhir pembangunan. Menurutnya, investasi harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Realisasi investasi sepanjang semester pertama 2026 yang mencapai Rp1.010 triliun juga menunjukkan bahwa minat investasi tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pertumbuhan Ekonomi Sudah di Atas 5 Persen
Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Indonesia mencatat kinerja cukup kuat sepanjang paruh pertama 2026. Ekonomi tumbuh 5,61 persen pada kuartal I dan secara kumulatif mencapai 5,45 persen pada semester I 2026.
Pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,29 persen. Meski sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, angka tersebut tetap menunjukkan ekonomi Indonesia mampu bertahan di atas level 5 persen.
Pemerintah melihat ruang untuk meningkatkan pertumbuhan hingga mendekati 6 persen masih terbuka. Karena itu, investasi akan terus didorong bersamaan dengan konsumsi domestik, ekspor, produktivitas tenaga kerja, dan penguatan sektor industri.
Tantangan terbesar terletak pada kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan investor sekaligus memastikan investasi menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian. Stabilitas makroekonomi, kepastian regulasi, efisiensi logistik, serta kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menarik investasi berkelanjutan.
Dengan kinerja investasi yang terus menguat dan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi semakin besar, pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu kunci untuk mencapai target pertumbuhan 5,6 persen pada 2026. Strategi tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk mendorong perekonomian Indonesia tumbuh lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya.




