Jakarta, 27 Agustus 2026 – Suasana sejumlah ruas jalan di Jakarta tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (27/8/2026). Jalan yang pada hari kerja umumnya dipenuhi kendaraan dan kerap mengalami kemacetan justru terlihat lebih lengang.
Kondisi tersebut ramai menjadi perhatian warganet di media sosial. Sejumlah pengguna mengaku perjalanan menuju tempat kerja menjadi jauh lebih cepat dibandingkan hari-hari biasa.
Netizen Heran Jalanan Begitu Sepi
Fenomena jalanan Jakarta yang lengang langsung memunculkan berbagai komentar di media sosial X. Ada warganet yang menyebut suasana perjalanan pada Kamis pagi terasa seperti akhir pekan.
“Jalanan sepi banget, orang pada WFA gue malah masuk,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Warganet lainnya mengaku biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menuju kantor. Namun, hari ini perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar satu jam.
Ada pula pekerja yang tetap masuk kantor dan bercanda karena tempat kerjanya tidak menerapkan kebijakan kerja dari rumah.
Diduga Banyak Karyawan Pilih WFH
Sepinya lalu lintas Jakarta diduga berkaitan dengan banyaknya pekerja yang memilih work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA).
Keputusan tersebut tidak terlepas dari adanya aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di depan Gedung DPR/MPR RI pada hari yang sama. Sejumlah perusahaan memilih mengurangi aktivitas di kantor untuk mengantisipasi gangguan perjalanan maupun potensi kepadatan di sejumlah ruas jalan.
Pantauan lalu lintas melalui Google Maps juga menunjukkan sejumlah ruas di Jakarta didominasi indikator berwarna hijau yang menandakan arus kendaraan relatif lancar. Kondisi tersebut berbeda dengan hari-hari normal ketika beberapa ruas protokol kerap ditandai warna merah akibat kepadatan.
Demo DPR Jadi Perhatian
Pada Kamis ini, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi di kawasan Gedung DPR/MPR RI.
Beberapa kelompok yang disebut akan menyampaikan aspirasi antara lain Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Tuntutan yang dibawa beragam, mulai dari pengesahan RUU Perampasan Aset, pemberantasan korupsi, persoalan harga kebutuhan pokok, pendidikan dan kesehatan, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Meski sejumlah jalan justru terlihat lebih lancar, pemerintah daerah dan kepolisian tetap mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi lalu lintas akibat pergerakan massa.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan 120 petugas yang dibagi dalam dua sif. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi dan pergerakan massa di lapangan.
Kepolisian juga menyampaikan bahwa tidak ada penutupan jalan secara menyeluruh. Namun, pengalihan arus dapat dilakukan apabila kondisi di sekitar lokasi aksi membutuhkan pengaturan tambahan.
Di sekitar Gedung DPR, akses kendaraan di Jalan Gatot Subroto tepat di depan kompleks parlemen bahkan telah mengalami penyekatan sejak pagi sebagai bagian dari pengamanan aksi.
Jakarta Terasa Seperti Akhir Pekan
Bagi warga yang tetap harus bepergian, kondisi jalan yang lengang justru membuat waktu tempuh menjadi lebih singkat.
Sejumlah netizen menggambarkan suasana tersebut seperti Jakarta pada hari Sabtu. Fenomena ini menunjukkan bagaimana keputusan sebagian pekerja untuk bekerja dari rumah dapat langsung memengaruhi volume kendaraan di jalan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan situasi karena kondisi lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu selama aksi berlangsung.
Sepinya jalanan Jakarta pada Kamis ini diduga kuat dipengaruhi kombinasi kebijakan WFH/WFA dan kekhawatiran masyarakat terhadap aksi demonstrasi di DPR. Bagi sebagian warga, situasi tersebut membuat perjalanan lebih cepat, tetapi bagi pengguna jalan yang menuju kawasan Senayan dan sekitarnya, kewaspadaan tetap diperlukan.



