Jakarta, 22 Oktober 2026 – Bek tim nasional Spanyol, Marc Cucurella, menjadi perhatian setelah mengungkapkan kebingungannya terhadap siulan yang terdengar dari tribun Stadion Santiago Bernabeu dalam pertandingan Real Madrid melawan RB Leipzig. Atmosfer pertandingan yang berlangsung di markas Los Blancos tersebut menjadi perbincangan karena reaksi penonton yang dinilai tidak biasa oleh pemain berambut ikal itu. Cucurella mengaku tidak langsung memahami alasan munculnya siulan, terutama ketika pertandingan sedang berlangsung dengan intensitas tinggi. Situasi tersebut memperlihatkan bagaimana atmosfer stadion dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pemain maupun penonton yang menyaksikan pertandingan. Peristiwa ini sekaligus menambah pembahasan mengenai budaya dukungan suporter sepak bola Spanyol, khususnya di stadion yang dikenal memiliki ekspektasi tinggi terhadap penampilan pemain.
Stadion Santiago Bernabeu merupakan salah satu arena sepak bola paling terkenal di dunia dan memiliki karakteristik atmosfer pertandingan yang kuat. Pendukung Real Madrid dikenal memberikan dukungan besar kepada tim kesayangannya, terutama ketika menghadapi pertandingan penting di kompetisi Eropa. Namun, para penonton juga tidak jarang mengekspresikan ketidakpuasan melalui siulan ketika menilai permainan tim belum memenuhi harapan. Reaksi semacam itu menjadi bagian dari dinamika pertandingan yang telah lama melekat pada budaya sepak bola di ibu kota Spanyol. Bagi pemain yang tidak terbiasa dengan situasi tersebut, siulan dari puluhan ribu penonton dapat menimbulkan pertanyaan mengenai alasan dan sasaran sebenarnya dari reaksi tersebut.
Marc Cucurella sendiri merupakan pemain yang memiliki pengalaman panjang di kompetisi sepak bola Eropa. Bek kelahiran Alella, Spanyol, tersebut mengawali perkembangan kariernya melalui akademi Barcelona sebelum melanjutkan perjalanan profesional bersama sejumlah klub. Namanya semakin dikenal setelah memperkuat Getafe dan kemudian melanjutkan karier ke Brighton & Hove Albion di Liga Inggris. Penampilannya yang konsisten membuat Chelsea merekrutnya pada 2022 untuk memperkuat sektor pertahanan. Selain memiliki kemampuan bertahan, Cucurella dikenal aktif membantu serangan melalui pergerakan di sisi lapangan serta memiliki karakter bermain agresif ketika menghadapi lawan.
Di balik siulan tersebut, terdapat cerita lama yang berkaitan dengan pertandingan perempat final Euro 2024 antara Spanyol dan Jerman. Pada pertandingan yang berlangsung di Stuttgart itu, Cucurella menjadi sorotan setelah bola hasil tendangan Jamal Musiala mengenai tangannya di dalam kotak penalti Spanyol. Para pemain Jerman meminta hadiah penalti, tetapi wasit Anthony Taylor tidak mengabulkan protes tersebut. Keputusan itu menimbulkan kontroversi karena Jerman akhirnya tersingkir setelah kalah 1-2 melalui babak perpanjangan waktu. Insiden tersebut rupanya masih membekas di kalangan pendukung sepak bola Jerman meskipun sudah berlalu lebih dari dua tahun.
Misteri siulan di Santiago Bernabeu mulai terjawab ketika diketahui bahwa suara tersebut berasal dari pendukung RB Leipzig yang hadir menyaksikan pertandingan Liga Champions. Dalam laga yang berlangsung Rabu, 21 Oktober 2026, Real Madrid berhasil mengalahkan Leipzig dengan skor 4-1 pada pertandingan ketiga fase liga. Cucurella masuk menggantikan Alvaro Carreras pada menit ke-70 ketika tim tuan rumah sudah berada dalam posisi unggul. Namun, setiap kali bek kiri asal Spanyol itu menyentuh bola, siulan terdengar dari berbagai bagian tribun stadion. Situasi tersebut sempat menimbulkan kesan bahwa suporter Real Madrid sedang mencemooh pemain mereka sendiri, padahal reaksi tersebut berkaitan dengan kekecewaan pendukung tim tamu.
Keberadaan suporter Leipzig yang tersebar di berbagai sektor stadion menjadi salah satu alasan mengapa asal siulan sulit dikenali pada awalnya. Pengaturan pertandingan semula memperkirakan sekitar 2.000 pendukung tim Jerman akan menempati sektor tribun utara bagian atas. Akan tetapi, sejumlah suporter Leipzig dilaporkan memperoleh tiket melalui jalur penjualan kembali dan kemudian duduk di antara pendukung tuan rumah. Kondisi tersebut membuat suara siulan terdengar dari beberapa arah, bukan hanya dari satu area khusus pendukung tim tamu. Setelah penyebabnya mulai dipahami, sebagian suporter Real Madrid justru memberikan tepuk tangan kepada Cucurella setiap kali pemain tersebut menguasai bola sebagai bentuk dukungan.
Kontroversi yang berasal dari Euro 2024 itu memang masih menjadi pembahasan karena keputusan wasit pada pertandingan Spanyol melawan Jerman tidak pernah sepenuhnya diterima oleh sebagian pendukung tuan rumah. UEFA kemudian mengakui melalui evaluasi internal bahwa insiden tangan Cucurella seharusnya menghasilkan tendangan penalti bagi Jerman. Meski demikian, pengakuan tersebut tidak mengubah hasil pertandingan yang telah disahkan maupun keberhasilan Spanyol melaju ke semifinal. Spanyol kemudian menjuarai Euro 2024 setelah mengalahkan Inggris pada pertandingan final. Bagi Cucurella, peristiwa tersebut menjadi bagian dari perjalanan karier internasionalnya yang terus mendapat perhatian setiap kali menghadapi klub atau pendukung dari Jerman.
Terlepas dari insiden di tribun, Real Madrid berhasil menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan meyakinkan atas RB Leipzig. Kylian Mbappe dan Arda Guler menjadi bagian penting dalam permainan menyerang Los Blancos, sementara pemain pengganti Yan Diomande turut memberikan kontribusi pada penghujung pertandingan. Kemenangan 4-1 tersebut menjadi hasil positif bagi Real Madrid dalam upaya memperkuat posisi pada fase liga Liga Champions 2026/2027. Sementara itu, kejadian yang dialami Cucurella memperlihatkan bagaimana kontroversi pertandingan internasional dapat terus memengaruhi atmosfer pertandingan klub bertahun-tahun kemudian. Siulan yang semula membingungkan penonton Santiago Bernabeu akhirnya dipahami sebagai bentuk kekecewaan pendukung Jerman terhadap insiden Euro 2024, bukan penolakan suporter Real Madrid terhadap pemain mereka sendiri.




