Jakarta, 24 September 2026 – Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 kembali melahirkan talenta muda melalui rangkaian kompetisi yang menguji kemampuan debat hingga pengembangan ide inovasi di bidang energi. Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan gagasan, serta menawarkan solusi terhadap tantangan sektor energi. Para peserta bersaing melalui sejumlah kategori yang dirancang untuk menghubungkan kemampuan akademik dengan persoalan nyata. Pemenang akhirnya ditentukan setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian yang berlangsung ketat.
PGTC 2026 menghadirkan kompetisi debat yang mempertemukan mahasiswa dengan beragam sudut pandang mengenai isu energi dan pembangunan berkelanjutan. Peserta tidak hanya dituntut mampu menyampaikan argumentasi, tetapi juga harus menggunakan data, memahami konteks permasalahan, serta merespons pendapat tim lawan secara sistematis. Format tersebut membuat kemampuan komunikasi dan analisis menjadi bagian penting dalam penilaian. Kompetisi sekaligus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai perubahan yang sedang berlangsung dalam industri energi.
Selain debat, peserta juga ditantang mengembangkan gagasan inovatif yang dapat menjawab kebutuhan sektor energi di masa depan. Ide yang disampaikan mencakup pemanfaatan teknologi, efisiensi energi, pengembangan energi baru dan terbarukan, hingga pendekatan yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Setiap gagasan harus mampu menunjukkan relevansi terhadap permasalahan yang diangkat sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Aspek inovasi, kelayakan, dampak, dan kemampuan peserta mempresentasikan solusi menjadi perhatian dalam proses penjurian.
Rangkaian PGTC tidak hanya berorientasi pada pencarian pemenang. Program tersebut juga diarahkan menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal industri energi secara lebih dekat. Peserta mendapatkan kesempatan bertukar pandangan dengan praktisi, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai daerah. Interaksi tersebut diharapkan memperluas wawasan sekaligus mendorong munculnya jejaring baru di kalangan generasi muda yang mempunyai perhatian terhadap sektor energi.
Para pemenang berasal dari tim dan mahasiswa yang mampu menunjukkan konsistensi sejak tahap awal hingga babak akhir. Dalam kategori debat, kemampuan menyusun argumentasi berbasis fakta dan menyampaikan tanggapan secara terstruktur menjadi faktor penting. Sementara pada kompetisi inovasi, peserta dituntut menawarkan solusi yang tidak hanya menarik secara konsep, tetapi juga mempunyai kemungkinan penerapan. Hasil kompetisi menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki beragam pendekatan dalam melihat persoalan energi yang semakin kompleks.
Pengembangan talenta menjadi salah satu aspek penting karena industri energi sedang mengalami perubahan besar. Transformasi teknologi, digitalisasi, peningkatan efisiensi, serta transisi menuju sumber energi yang lebih rendah emisi membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan yang semakin beragam. Keahlian teknis perlu berjalan bersama kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Kompetisi mahasiswa seperti PGTC dapat menjadi salah satu sarana untuk melatih kombinasi kemampuan tersebut sejak berada di perguruan tinggi.
Keterlibatan mahasiswa juga dinilai penting dalam menghadirkan perspektif baru terhadap persoalan energi nasional. Generasi muda tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital sehingga memiliki peluang untuk menggabungkan pemanfaatan data, kecerdasan buatan, otomasi, dan teknologi lainnya ke dalam solusi energi. Namun, inovasi tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna, kelayakan penerapan, serta kondisi sosial dan ekonomi. Karena itu, peserta didorong tidak berhenti pada penciptaan gagasan, tetapi juga memahami bagaimana solusi dapat diterapkan secara nyata.
Kompetisi debat memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi dengan pengembangan inovasi. Melalui debat, mahasiswa belajar melihat sebuah kebijakan atau persoalan dari berbagai sisi sebelum mengambil kesimpulan. Mereka harus memahami argumen pendukung maupun penentang, kemudian menyusun posisi berdasarkan informasi yang tersedia. Kemampuan semacam ini semakin dibutuhkan ketika sektor energi menghadapi persoalan yang melibatkan aspek ekonomi, lingkungan, teknologi, dan kepentingan masyarakat secara bersamaan.
Bagi peserta yang berhasil menjadi pemenang, pencapaian dalam PGTC 2026 dapat menjadi modal untuk melanjutkan pengembangan kemampuan dan gagasan. Ide yang muncul dari kompetisi memiliki peluang untuk dikembangkan melalui riset lanjutan, kolaborasi dengan kampus, maupun kerja sama dengan industri. Pengalaman berkompetisi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan mereka di luar kegiatan akademik reguler. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya berupa penghargaan, tetapi juga pengalaman dan jejaring yang dapat digunakan untuk pengembangan karier.
PGTC 2026 pada akhirnya menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri energi. Kehadiran mahasiswa dengan gagasan baru menunjukkan potensi generasi muda untuk ikut berkontribusi terhadap transformasi sektor tersebut. Kompetisi debat mengasah kemampuan analisis dan komunikasi, sedangkan kompetisi inovasi mendorong peserta mengubah persoalan menjadi solusi yang lebih konkret. Para pemenang tahun ini sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan talenta muda dapat berjalan melalui ruang kompetisi, pembelajaran, dan kolaborasi yang berkelanjutan.




