Ramallah, 23 September 2026 – FIFA membuka dua lapangan sepak bola mini baru di Tepi Barat untuk memberikan ruang yang aman dan mudah diakses bagi anak-anak serta masyarakat setempat. Fasilitas FIFA Arena tersebut berada di Marah Rabah, selatan Bethlehem, dan Qusin di bagian utara Tepi Barat. Lapangan telah dibuka untuk digunakan masyarakat sejak 21 September 2026. Proyek tersebut dikembangkan FIFA bersama Asosiasi Sepak Bola Palestina dengan dukungan pendanaan dari Pemerintah Swiss. Peresmian formal kedua fasilitas dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026.
Pembangunan dua lapangan tersebut ditujukan untuk menyediakan tempat bagi anak-anak bermain, berolahraga, bertemu teman, dan mengikuti kegiatan sepak bola secara teratur. FIFA menyebut kehidupan sehari-hari sejumlah komunitas di Tepi Barat menghadapi berbagai pembatasan yang berdampak pada akses terhadap sekolah, layanan, olahraga, dan aktivitas lainnya. Karena itu, lapangan tidak dirancang hanya sebagai fasilitas pertandingan, tetapi juga sebagai ruang komunitas yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Pemerintah Swiss menyebut fasilitas tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menikmati olahraga dan interaksi sosial di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian.
Pembukaan fasilitas sekaligus ditandai dengan penyelenggaraan Unite for Peace: Kids’ Cup. Turnamen tersebut berlangsung hingga 25 September dan melibatkan 14 tim lokal Palestina dengan jumlah peserta mencapai sekitar 160 anak. Pertandingan digelar melalui fase grup sebelum berlanjut ke perempat final, semifinal, dan final. Selain pertandingan utama, terdapat kegiatan sepak bola tambahan bagi anak-anak serta masyarakat dari desa dan kota di sekitar lokasi. Final sekaligus seremoni penghargaan akan menjadi bagian dari peresmian resmi kedua FIFA Arena.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan manfaat fasilitas tersebut akan terlihat dari aktivitas yang berlangsung setiap hari setelah pembangunan selesai. Menurutnya, kesempatan bermain sepak bola, bertemu teman, dan mengikuti kegiatan olahraga terorganisasi memiliki arti penting bagi anak-anak yang kehidupan sehari-harinya kerap menghadapi pembatasan dan ketidakpastian. FIFA berharap fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat selama bertahun-tahun. Pembukaan lapangan juga bertepatan dengan momentum Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap 21 September. FIFA menempatkan kegiatan tersebut dalam kampanye Unite for Peace.
Lapangan di Marah Rabah dibangun di kawasan Thaher Al Thour yang berada di seberang sekolah menengah perempuan setempat. Sementara fasilitas kedua terletak di bagian barat laut Desa Qusin, berdekatan dengan jalan utama yang menghubungkan Qusin dan Deir Sharaf. Pemilihan lokasi ditujukan agar fasilitas dapat dijangkau masyarakat sekitar dan digunakan secara rutin. Seusai turnamen pembukaan, kedua lapangan akan tetap berfungsi untuk kegiatan olahraga anak-anak dan sepak bola akar rumput. Fasilitas juga diproyeksikan menjadi tempat pertemuan bagi komunitas setempat.
Pemerintah Swiss melalui Federal Department of Foreign Affairs memberikan dukungan sebesar 120.000 franc Swiss untuk pembangunan dua lapangan tersebut. Pendanaan diberikan melalui skema pembiayaan bersama dengan FIFA. Proyek ini berasal dari keputusan Pemerintah Federal Swiss pada 26 November 2025 terkait paket dukungan untuk kawasan Timur Tengah. Kerja sama dengan FIFA kemudian diarahkan pada pembangunan infrastruktur olahraga yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Pemerintah Swiss menekankan bahwa akses bermain, rekreasi, dan kegiatan sosial merupakan bagian dari hak anak.
Pembangunan di Marah Rabah dan Qusin merupakan bagian dari FIFA Arena Programme. Program tersebut bertujuan menghadirkan lapangan mini yang aman, tahan lama, dan mudah diakses oleh masyarakat di berbagai negara. Selain infrastruktur, FIFA juga menyediakan perlengkapan sepak bola agar aktivitas dapat terus berjalan setelah pembangunan selesai. Model tersebut dirancang supaya lapangan tidak berhenti sebagai proyek simbolis setelah acara pembukaan. Penggunaan rutin oleh anak-anak dan komunitas menjadi salah satu tujuan utama program.
Rencana pembangunan dua fasilitas di Tepi Barat sebenarnya telah diumumkan FIFA dan Pemerintah Swiss pada November 2025. Ketika itu, kedua pihak menyebut proyek tersebut sebagai langkah awal dari rencana yang lebih luas untuk membantu menyediakan infrastruktur sepak bola bagi masyarakat di kawasan tersebut. FIFA menyampaikan rencana jangka panjang untuk memasang hingga 10 lapangan mini dalam inisiatif yang lebih luas di wilayah asosiasi anggotanya di Palestina dan Israel. Tujuannya adalah memperluas akses anak-anak terhadap tempat bermain yang mendukung inklusi dan perkembangan pribadi. Dua lapangan yang kini selesai menjadi implementasi awal dari rencana tersebut.
Kehadiran fasilitas baru berlangsung ketika aktivitas sepak bola Palestina secara bertahap kembali berjalan setelah mengalami gangguan panjang akibat konflik. Asosiasi Sepak Bola Palestina pada Agustus lalu mengumumkan rencana melanjutkan kompetisi domestik pada September setelah hampir tiga tahun terhenti. Situasi tersebut memperlihatkan besarnya tantangan yang dihadapi sepak bola Palestina, mulai dari kompetisi profesional hingga pembinaan pemain usia muda. Dalam konteks itu, fasilitas akar rumput seperti lapangan mini memberikan ruang bagi anak-anak untuk tetap beraktivitas dan mengenal sepak bola secara terorganisasi.
Setelah Unite for Peace: Kids’ Cup berakhir pada 25 September, lapangan di Marah Rabah dan Qusin akan diserahkan untuk penggunaan rutin masyarakat. Anak-anak dapat memanfaatkannya untuk bermain dan berlatih, sementara komunitas setempat dapat menggunakan fasilitas tersebut sebagai ruang pertemuan. FIFA, Asosiasi Sepak Bola Palestina, dan Pemerintah Swiss berharap manfaat proyek tidak berhenti pada turnamen pembukaan. Keberadaan dua lapangan permanen tersebut diarahkan untuk memberikan akses olahraga yang lebih konsisten di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, sepak bola diharapkan tetap menyediakan ruang interaksi, aktivitas fisik, dan kebersamaan bagi anak-anak Palestina.




