Jakarta, 5 September 2026 – Seorang pria berinisial SP menjadi perhatian setelah videonya membawa senjata tajam jenis celurit di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, beredar luas di media sosial. Pria tersebut terlihat membuat kegaduhan dan berhadapan dengan sejumlah warga di salah satu kawasan bisnis tersibuk di Ibu Kota. Kejadian yang berlangsung pada Jumat malam, 4 September 2026, itu sempat membuat orang-orang di sekitar lokasi waspada karena SP membawa celurit di tangannya. Polisi kemudian datang dan berhasil mengamankan pria tersebut tanpa membiarkan situasi berkembang menjadi lebih berbahaya. Setelah diamankan, ekspresi SP yang sebelumnya terlihat agresif berubah dan ia tampak meringis ketika dibawa petugas.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar kawasan World Trade Center (WTC) Sudirman, Setiabudi, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kejadian bermula ketika seorang pria berinisial HV sedang beristirahat di sekitar kawasan tersebut. SP kemudian diduga mendekati HV dan berusaha mengambil tas miliknya. Korban yang menyadari tindakan tersebut memberikan perlawanan sehingga terjadi ketegangan di antara keduanya. Dalam situasi itu, SP diduga mengeluarkan celurit dan mengarahkannya kepada korban.
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Sejumlah orang mendekat setelah melihat adanya pria yang membawa senjata tajam di ruang publik. Situasi sempat menegang karena SP masih memegang celurit dan disebut menantang orang-orang yang berada di sekitarnya. Warga memilih menjaga jarak untuk menghindari kemungkinan serangan sembari menunggu petugas datang. Rekaman dari kejadian itulah yang kemudian menyebar di media sosial dan memunculkan beragam narasi mengenai identitas serta motif pelaku.
Dalam video yang beredar, SP terlihat memegang celurit sambil berhadapan dengan warga. Narasi di media sosial kemudian berkembang dengan menyebut pria tersebut sebagai pelaku begal yang beraksi di kawasan Sudirman. Namun, Kapolsek Setiabudi AKBP Riyanto meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan kejadian tersebut sebagai aksi begal. Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, kejadian dilaporkan sebagai seorang pria yang membuat kegaduhan atau mengamuk sambil membawa senjata tajam. Penyidik masih memeriksa rangkaian peristiwa untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kemudian menjelaskan adanya dugaan percobaan mengambil barang milik korban dalam kejadian tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun polisi, SP diduga mencoba mengambil tas milik HV ketika korban sedang beristirahat. Ketika upaya tersebut diketahui dan korban melakukan perlawanan, pria itu diduga mengeluarkan celurit. Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian yang kini didalami penyidik untuk mengetahui motif sebenarnya. Polisi juga perlu mencocokkan keterangan korban, terduga pelaku, saksi, serta rekaman yang tersedia.
Petugas yang tiba di lokasi kemudian mengamankan SP bersama barang bukti berupa satu bilah celurit. Proses pengamanan dilakukan untuk mencegah pria tersebut melukai korban, warga, maupun dirinya sendiri. SP selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kepemilikan senjata tajam dan dugaan percobaan mengambil barang milik korban. Polisi juga mengamankan celurit yang berada dalam penguasaannya sebagai barang bukti. Pemeriksaan diperlukan untuk menentukan pasal yang dapat diterapkan berdasarkan fakta yang ditemukan penyidik.
Momen setelah SP diamankan juga menjadi perhatian warganet karena memperlihatkan perubahan sikap pria tersebut. Dalam rekaman yang beredar, pria yang sebelumnya terlihat berani membawa celurit di hadapan warga kemudian tampak meringis ketika sudah berada dalam penguasaan petugas. Potongan video tersebut cepat menyebar dan mendapatkan berbagai komentar dari pengguna media sosial. Meski demikian, kepolisian tetap menangani perkara berdasarkan bukti dan hasil pemeriksaan, bukan berdasarkan narasi yang berkembang di dunia maya. Status hukum serta dugaan tindak pidana yang dilakukan harus ditentukan melalui proses penyelidikan dan penyidikan.
Keberadaan senjata tajam dalam peristiwa tersebut menjadi perhatian karena lokasi kejadian merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi. Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya dipenuhi gedung perkantoran, pusat bisnis, fasilitas transportasi umum, serta ruang yang setiap hari dilalui banyak orang. Insiden seseorang membawa celurit secara terbuka karena itu dapat menimbulkan kekhawatiran dan membahayakan keselamatan masyarakat. Respons warga yang tidak langsung melakukan konfrontasi juga membantu mencegah kemungkinan terjadinya korban. Dalam situasi melibatkan senjata tajam, menjaga jarak dan menghubungi petugas menjadi langkah yang lebih aman dibandingkan menghadapi pelaku secara langsung.
Polisi masih mendalami apakah tindakan SP merupakan percobaan pencurian yang kemudian berkembang menjadi ancaman menggunakan senjata tajam atau terdapat rangkaian kejadian lain sebelum video direkam. Pemeriksaan terhadap korban dan saksi menjadi penting karena rekaman yang beredar hanya memperlihatkan sebagian dari keseluruhan peristiwa. Penyidik juga dapat menggunakan rekaman kamera pengawas di sekitar kawasan untuk mengetahui pergerakan SP sebelum dan sesudah kejadian. Barang bukti yang telah diamankan akan menjadi bagian dari proses pemeriksaan tersebut. Hasil penyidikan nantinya menentukan konstruksi hukum yang digunakan terhadap pria tersebut.
Kasus SP sekaligus menunjukkan pentingnya berhati-hati terhadap informasi viral yang belum dilengkapi keterangan resmi. Narasi awal di media sosial dapat berkembang dengan cepat dan tidak selalu menggambarkan seluruh rangkaian kejadian. Dalam kasus ini, polisi memang menemukan adanya dugaan percobaan mengambil tas korban, tetapi penyidik masih perlu membuktikan seluruh unsur tindak pidananya. SP telah diamankan bersama celurit yang dibawanya dan kini harus menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Kepolisian akan melanjutkan penyidikan untuk memastikan motif, kronologi, dan pertanggungjawaban hukum atas kegaduhan yang terjadi di kawasan Sudirman tersebut.




